Alhamdulillah Abang Sudah Selesai

24 Aug

Masih terkait dengan Almarhumah Ibu saya tercinta. Sebelum perawatan panjang Ibu saya yang terakhir di salah satu rumah sakit jantung rujukan nasional, pada pertengahan Januari tepatnya Hari Rabu tanggal 12 Januari 2011  adalah hari yang saya tunggu-tunggu dan sungguh sangat mendebarkan. 2 hari sebelumnya saya mengajukan cuti dari kantor untuk persiapan sidang yang dilaksanakan tanggal 12 Januari 2011. Sebelum berangkat pagi itu, saya meminta doa kepada Ibunda dan Ayahanda tercinta agar dimudahkan sidang thesis yang dilaksanakan siang harinya. Kondisi Ibu kebetulan saat itu masih sakit, payah betul memang keadaannya saat itu. , siangnya sekitar pukul 15:00 saya melaksanakan sidang dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar namun ada revisi dibeberapa bagian. Langsung saya menghubungi adik dgn harapan adik saya akan menguhubungi rumah mengenai sidang saya tadi. Dikarenakan saya adalah kloter terakhir pada gelombang sidang di akhir semester itu maka batas akhir penyerahan revisi saya juga tidak lama, jadi selepas sidang saya sempatkan diri untuk menyelesaikan bagian yang harus direvisi. Sorenya selepas Magrib, HP saya berdering dan ternyara rumah saya menelpon dan Ayahanda menanyakan gimana kabarnya dan Ibu saya mau bicara. Saat Ibu bicara langsung beliau menangis, dipikirnya saya belum memberikan kabar karena ada kegagalan saat saya sidang, maklum namanya orang tua pasti berfikir lebih panjang. Salah saya juga karena tidak mengabari langsung ke Ibu saya, malah melalui Adik jadi orang tua di rumah menanti-nanti kabar. Selanjutnya beliau mengucapkan syukur kekhadirat Allah SWT karena kelancaran sidang saya, dan kemudian saya tidak lama pulang.

Esok harinya, Kamis tanggal 13 Januari 2011 saya bekerja seperti biasa. Sebelum berangkat saya meminta doanya ketika beliau sedang duduk di kursi makan (kalau tidak salah) dan Ayah berada tidak jauh disebelahnya. Kondisinya masih payah betul saat itu, saya hanya berpesan obat dan makannya jangan sampai ditinggal. Siangnya sekitar jam 3 saya menghubungi rumah, Ayah yang mengangkat telp dan terdengar raungan Ibu yang kesakitan. Saya minta disambungkan, sempat bicara sebentar ke Ibu yang ternyata pas di telp nafasnya tersengal-sengal dan blm minum obat pas siang, singkat cerita akhirnya obatnya diminum. Selepas pulang kerja saya ke kampus untuk mengejar sisa revisi yang harus diserahkan hari esok hari Jumat tanggal 14 Januari 2011. Tidak lama di kampus, sekitar pukul 19:30 – 20:00  adik saya pinging via BBM bahwa kondisi Ibu tidak bagus, lantas saya telp dan segera pulang ke rumah. Setiba di rumah kondisinya memang tidak bagus, lantas saja tidak lama saya mencari taksi dan segera dibawa ke rumah sakit dan kemudian ditangani di IGD. Selepas Ibu ditangani di IGD dan kondisinya sudah berangsur membaik, saya langsung meminta tolong seorang rekan yang kebetulan satu pembimbing dengan saya untuk mengeprint materi saya yang akan diserahkan besok untuk meminta persetujuan revisi kepada dua orang penguji yaitu Bapak Dana Indra, Ph.D dan Pak Dr. Indra Budi, S.Kom, M.Kom. Malam itu kami sekeluarga menginap di ruang tunggu IGD, lanjut lagi saya menghubungi atasan untuk meminta izin tidak masuk. Perihal keluar masuk RS saat itu memang bukan hal yang pertama kalinya, kalau dihitung sejak bulan puasa tahun kemarin antara September 2010 – Januari 2011 ini sudah hampir 3 kali bolak balik ke RS, dan RS yang ini adalah RS yang ketiga.

Jum’at tanggal 14 Januari 2011, saat subuh saya ke ruangan Ibu di IGD dan melihat kondisinya sudah lebih baik ketika di rumah semalam, oksigen sudah terpasang jadi sudah tidak tersengal-sengal lagi, sampai pagi kami masih belum mendapat kamar, jadi masih menunggu di IGD. Saya meminta izin ke Ibu, “jika boleh nanti sekitar jam 9 saya meminta izin ke kampus Salemba dan Depok untuk meminta persetujuan di lembar pengesahan thesis saya”, dan beliau mengizinkan karena disini sudah tertangani. Akhirnya lembar persetujuan ditanda-tangani setelah saya mondar mandir Salemba dan kemudian ke Depok, sesampai di RS menjelang sore saya lihat Ibu masih di IGD dan saya kabari bahwa Alhamdulillah revisi thesis saya disetujui dan secara resmi lulus. Saat itu Ibu tersenyum lega, saat itu saya berharap Ibu bisa segera pulih dan bisa menghadiri Wisuda bulan Februari nanti. Karena saat itu saya masih mengira, mungkin sekitaran beberapa hari disini Ibu bisa kembali pulih, seperti sebelum-belumnya pas baru pulang dari RS. Sorenya teman kantor adik dan saya menjenguk dimana Ibu saya masih di IGD. Kemudian malam harinya sekitar pukul 20:00 kami mendapat kamar dan kita siap-siap pindah. Setelah beberapa hari kita di ruang perawatan, sambil tersenyum Ibu sempat bilang ke saya “Untung Abang udah selesai, jadi bisa ngurusin Ibu disini”. Pada dasarnya, mendengar ucapan seperti itu dari orang yang kita sayangi dalam kondisi seperti itu saya berasa mau nangis tapi apa jadinya kalau saya nangis di depan Beliau. Dengan singkat saya jawab, “Alhamdulillah ya bu, Allah kasih mudah jalannya. Sekarang gimana caranya Ibu bisa cepet sehat lagi”.

Semoga Allah SWT melimpahkan kemuliaan diatasnya, mengampuni segala kesalahan-kesalahannya, menerima segala amal baiknya dan dimudahkan jalannya menuju surganya. Aamiin, ya rabbal alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: