Karna Mereka Kita Ada

12 Nov

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa-jasa pahlawan”. Mungkin bukan sesuatu yang asing bagi Anda.

Setelah menonton tayangan Republik Mimpi di Metro TV semalam yang masih dalam suasana Hari Pahlawan, didalamnya terdapat pembahasan mengenai Veteran mantan Ajudan Panglima Jendral Sudirman, namanya Pak Sarni. Saat ini Pak Sarni berdomisili di Tulung Agung, Jawa Timur. Kehidupan Pak Sarni saat ini dapat dikatakan tidak begitu beruntung, dalam kesehariannya Beliau bekerja menjadi penyapu jalan disekitar Pasar dengan penghasilan 4 sampai 5 ribu rupiah perharinya. Meski Pak Sarni pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan pensiun, tapi sampai saat ini ia tidak belum pernah merasakan sepeserpun.

Masih dari Metro TV. Belum lama Metro TV menggelar Eagle Award Documentary Competition 2007. Salah satu peserta mengangkat kehidupan seorang Guru yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah dan ia menyambi sebagai pemulung diluar jam kerja sebagai Guru. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi tuntutan ekonomi keluarganya, dan ia rela melakukan hal tersebut karna halal.

Kisah Veteran yang menjadi penyapu jalanan dan seorang Kepala Sekolah yang menyambi menjadi pemulung menambah deretan panjang dari kurangnya apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan seseorang terhadap bangsa ini. Kedua contoh ini adalah nyata, dan ada disekitar kita.

Seharusnya hal ini menjadi cambuk bagi kita agar dapat lebih menumbuhkan apresiasi yang lebih. Dan dapat terus memompakan semangat kepahlawanan ke generasi selanjutnya. Meski telat, saya mengucapkan Selamat Hari Pahlawan.

14 Responses to “Karna Mereka Kita Ada”

  1. itikkecil November 12, 2007 at 5:25 am #

    masalahnya harr…. yang dihargai orang itu sekarang uang..

  2. harriansyah November 12, 2007 at 6:08 am #

    yg dihargai bukannya barang tik ? :))

  3. tovic_1005 November 12, 2007 at 12:01 pm #

    @itik
    Sangat betul sekali karena sekarang “mereka” ada di dalam uang😀

    @Harri
    Gw juga nonton, dan prihatin banget karna yang menjadi skala prioritas pemerintah juga sekarang gak jelas. Masa busway diduluin sementara banjir kanal dan sistem drainase tidak disentuh.
    Mau busway kek atow monorail sekalipun kalo jalanan banjir, semua gak bakal jalan toh?
    Salam dari korban banjir.

  4. tovic_1005 November 12, 2007 at 12:04 pm #

    Maksut gw, menanggapi sekarang susah mendapati figur panutan/pahlawan di negri ini….kalangan pemerintah sekalipun.
    (klarifikasi mode ON)

  5. harriansyah November 12, 2007 at 12:24 pm #

    @tovic_1005
    bener bgt bro.. skala prioritasnya mereka berbeda definisi yak.. makanya jadi aneh :))

  6. mutia November 12, 2007 at 12:57 pm #

    bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai para pahlawannya..
    *bener gak yah motto ini?*
    Tp karena bangsa ini suangat besar, jadi kurang menghargai pahlawannya!

  7. harriansyah November 12, 2007 at 1:00 pm #

    @mutia
    mmhhh… mo jawab tp takut ada intel.. :))

    met datang yak

  8. Ina November 12, 2007 at 3:52 pm #

    Perasaan kata Ibuku..krn Bapak sama Ibu aku makanya aku ada skrang. *bingung

    Yang benar yg mana sech, harr?

  9. lei November 13, 2007 at 1:32 am #

    hebat yah kl mental pahlawan..milih jadi pemulung krn halal daripada ngutip uang spp. eh emng siapa yang suka ngutip uang spp? *kabuurrr*

  10. harriansyah November 13, 2007 at 6:37 am #

    @Ina
    sambit pake bambu

    @lei
    Lei, kamu cerita pengalaman sendiri yah. ngutip spp

  11. mochkurniawan November 14, 2007 at 2:05 pm #

    salam kenal juga.

    Maaf ini blog ku yang utama. setting sudah diganti.

    http://jakartaku.wordpress.com

    Regards

  12. mochkurniawan November 14, 2007 at 2:09 pm #

    Kita ama India kali punya gerundelan yang sama. Ya, negara kok yang nikmatin sedikit orang to ya..Sama2 banyak orang miskin, kemana nilai kebebasan yang diperjuangkan pahlawan kita dulu. Kebebasan milik yang punya duit.

  13. harriansyah November 15, 2007 at 1:46 am #

    @mochkurniawan
    ok om nanti saya mampir

    @mochkurniawan
    India sama jg toh ?? tp pendidikan mereka lebih baik dari kita om, lebih diperhatikan :))

  14. CallMeKimi December 7, 2007 at 9:28 am #

    ehm,, karena takut tidak dihargai, aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang kaya saja.. Pasti dihormati. Pasti dihargai.. *diamuk massa*

    btw, salam kenal ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: