IPDN Lagi

18 Apr

Sepertinya sekolah ini ga pernah belajar dari masa lalu, atau emang ga pernah mau belajar ?

Lihat saja setelah tahun 2003 sudah merenggut nyawa Praja yang sekolah di sana, lagi-lagi tahun ini Praja asal Sulawesi meninggal akibat di aniaya seniornya. Praja tersebut bernama Cliff Muntu. Berdasarkan sumber media, Cliff di aniaya karena dia itu tergolong Praja yang Kritis sehingga senior melakukan tindakan tersebut sampai akhirnya merenggut nyawa. Ada aksi tentu ada reaksi, kasus yang terakhir menuai banyak kritik dari berbagai kalangan sampai-sampai Gubernur dari beberapa provinsi. Bahkan sekarang sudah ada petisi mengenai pembubaran IPDN, yang di pelopori oleh mas Anto yang isinya :

  • Bubarkan IPDN
  • Usut tuntas segala bentuk kekerasan di STPDN/IPDN sejak pertama berdiri, tegakkan hukum tanpa basa basi
  • Stop anggaran khusus dan ikatan dinas bagi siswa IPDN. Siswa yang masih tersisa saat ini diberi kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri di daerah asal masing-masing.
  • Hapuskan segala bentuk kekerasan dan manipulasi dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Jujur aku juga ga suka sama kekerasan yang terjadi di IPDN, lah wong namanya sekolah koq ada kekerasan yang di “legal”kan sama kampus dengan alasan kampus kecolongan. Lucu, aneh, dan rupa-rupa deh. Bener kata teori netralisasi, ketika orang melakukan tindakan meski itu salah maka akan ada netralisasi dari orang tersebut. Jelas, lihat saja di media-media mereka masih melakukan penyangkalan itu itu. Mengenai petisi, aku ga setuju sama point 1 & 3, kenapa ?

  • 1. Melakukan pembubaran suatu lembaga tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Lihat kedepan, 4000 praja yang masih sekolah disana mo dikemanain ? dikembalikan atau di transfer ke universitas2 setempat. Ingat awal mereka melanjutkan sekolah disana itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik yakni jadi Pamong. Tidak sedikit dari mereka juga yang berasal dari keluarga petani, bayangkan kalau di bubarkan ?. Kalo aku sih prefer di stop pembukaan sampai praja terakhir lulus baru buka lagi, so nanti praja yang baru masuk ga akan kena siksa dan tidak akan melahirkan dendam.
  • 3. Point nomer 3 ini perlu di kaji secara komprehensif karena tidak semua universitas-universitas memiliki program spesifik seperti IPDN, meskipun kalau mau di paksa paling ambil jurusan Admin Negara tapi ya menurutku perlu kajian lebih mendalam.

Ya kalau aku punya pendapat seperti itu, kalau kamu ??

4 Responses to “IPDN Lagi”

  1. antobilang April 18, 2007 at 7:04 am #

    ijinkan saya menyampaikan pendapat saya.

    Kekerasan di IPDN sudah sangat melembaga, lihat bagaimana para praja telat di format mind set mereka sedemikian rupa, sampai2 berani membohongi seorang Wakil Presiden sekalipun, lalu mereka itu setia kepada siapa? bukannya harus setia kepada negara?

    Pembubaran IPDN akan menjadi suatu wacana nasional, di mana saya yakin sekali ketika IPDN dibubarkan, maka itu akan jadi tumbal bagi penegakan hukum dan anti kekerasan di negeri ini.

    Masalah 4000 praja, bukannya sudah disolusikan untuk sementara di didik di ilmu2 pemerintahan di berbagai universitas? meskipun saya tidak ingin menggeneralisir bahwa semua lulusan universitas baik, tapi setidaknya dengan kuliah di tempat umum otak mereka lebih berkembang dan mindset yang terbangun adalah mindset pembaharu bukan pengekor.

    Mengenai penutupan pendaftaran, mohon diingat kembali kasus Wahyu HIdayat. Setelah kematian wahyu, semua angkatan di IPDN dipisahkan, beberapa di daerah lain (wilayah jakarta) serta beberapa tetap di jatinagor. Praktis para praja antar angkatan tidak akan saling bertemu dan tidak perjadi “pembinaan”.

    Akan tetapi apa yang terjadi? Cliff harus mati lagi. Ditangan kakak kelasnya (yang tidak merasakan “pembinaan”)

    Lalu apa masih kita memberi kesempatan kekerasan itu tumbuh subur? Harus ada tumbal lagi?

  2. harriansyah April 18, 2007 at 8:05 am #

    Matur nuwun kagem udah mberi koment ke aku..

    Point pertama setuju, tepatnya kekerasan di sana sudah membudaya. Mind set seperti itu karena ketika mereka masuk sana ada proses “cuci otak” dari kalangan2 mungkin baik itu senior maupun pihak lain.

    Pembubaran IPDN akan menjadi suatu wacana nasional, ya monggo setiap orang punya hak apalagi kita mereka bisa sekolah kan dari hasil pajak kita. Tapi aku lebih prefer di kembalikan ke APDN daerah.

    Apakah universitas2 lokal ada jurusan ilmu pemerintahan ? kampus ku setahuku nda ada yang mengatur secara khusus ilmu pemerintahan ya palingan itu tadi Administrasi Negara, alternatif bisa di lempar ke IIP. Kalo UGM dan UNPAD kalo tdk salah ada. So musti penuh pertimbangan.

    Yang harus di fokuskan tidak hanya penutupan sementara untuk menghindari dendam senior kepada junior tapi sistemnya itu juga yang harus diperhatikan. Sistem pembinaan hapusnkan saja, menurutku esensi pembinaan dengan pendidikan nda ada. Memangnya “orang sakit” mesti harus dibina.

    Semoga saja hasil evaluasi dari TIM Evaluasi IPDN hasilnya memuaskan ya mas..

  3. manler April 18, 2007 at 4:51 pm #

    Alah-alah olin.. mbo jangan panjang2 toh..
    Salut buat elo yg masih kritis ya..:)

  4. Harri April 19, 2007 at 7:27 am #

    hahaha, cuma mencoba berpendapat saja Nov. Nda lebih nda kurang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: