Proses Belajar Web Defacer

12 Jan
Proses Belajar Seseorang Menjadi Web Defacer: Studi Kasus Hacker X, kira-kira begitu judul skripsi yang diajukan saat ambil kuliah Seminar. Kenapa ambil proses belajar, karena dari sekian teori yang udah dipelajari dari pertama kuliah sampe sekarang, kayaknya cuman teori itu aja yang dipahami sama saya, walaupun tidak secara keseluruhan. Jadi inget waktu UTS Tekrim, bedua Aci abis-abisan ngapalin 9 dalilnya Sutherland. Selain itu Teori Differential Association-nya Sutherland merupakan grand theory di krim, so pastinya referensi utnuk itu juga pastinya tidak sedikit baik buku, artikel sampai skripsi senior2.

Pertama ngajuin judul saya sih mengajukan Proses Belajar dan Motivasi Hacker Melakukan Web Deface dan sempat terpikir kalau mau ngajuin Peran Media-Media Internet Oleh Hacker Dalam Melakukan Web Defacement tapi tidak sempet diajukan dan dosen waktu itu yang memberi saran untuk menggunakan judul yang dipakai sekarang. Skripsi tentang proses belajar banyak, tentang hacking juga sebelumnya sudah ada walaupun tidak banyak tapi belum ada yang membahas tentang web defacement secara khusus, makanya saya tertarik untuk mengambilnya. Dengan referensi skripsi dari Ardianto yang berjudul Proses Pembelajaran Carding (internet credit card fraudlent): Studi Kasus Terhadap Dua Orang Carder di kuliah seminar kemarin saya mulai konsentrasikan memulai di BAB I. FYI Mata kuliah seminar ialah untuk membimbing mahasiswa untuk belajar membuat outline skripsi atau proposal skripsi, makanya saya semangat mengejar jadi nanti saat mengajukan skripsi paling tidak outlinenya sudah ada tanpa harus membuat ulang.

Kenapa ambil tentang hacking dan fokusnya web deface ?, ada alasan khusus yaitu topik hacking belum begitu banyak apalagi yang membahas khusus tentang web deface. Pertama saya tertarik web deface, saat membaca artikelnya Donny BU yang mana Donny BU adalah alumni Pasca Sarjana Fisip UI juga yang membuat thesis tentang hacking, dalam artikelnya dia ada kalimat yang menyatakan tentang Hackitivism. Baru tau nih, ternyata hackitivism merupakan reaksi sosial atas apa yang sedang terjadi. Aksi-aksi tersebut dapat berupa patriotisme, hal seperti dapat terlihat pada kasus e-Ganyang dalam Sengketa Pulau Ambalat dimana dalam aksi tersebut terjadi aksi saling deface antara situs kedua negara yang dilakukan para hacker dari Indonesia dan Malaysia. Aksi hacktivism dapat terlihat selagi tahun 1998, dimana pasca kejadian Penembakan Mahasiswa Trisakti, para hacker ikut berdemonstrsasi tetapi tidak turun kejalan melainkan menggunakan internet sebagai media, yang lagi-lagi melancarkan aksi deface terhadap beberapa situs baik milik pemerintah maupun situs swastas yang diduga milik penguasa pada masa itu. Hal tersebut lah yang membuat saya tertarik untuk membahas tentang web deface.

Kendala, kalau untuk ini banyak banget. Pertama untuk memilih informan atau narasumber itu susah susah gampang. Susahnya, sangat sulit untuk mengajak hacker untuk menjadi narasumber, jika sudah dapet tahu-tahu lost contact. Karena kita berada di dunia maya so pasti tidak punya kontak seperti telpon atau alamat yang dapat dikunjungi, so kl lost kontak tamat lah kita eh kita saya. :p. Kesulitan lainnya, metode wawancara yang saya pakai menggunakan email dan yahoo messenger, beberapa teman memberi masukkan kalau menggunakan metode ini akan ada bias penulisan atau nantinya akan under atau over reporting. Masalah kopi darat dengan hacker yang masih menjadi kendala buat saya. Di skripsinya Ardianto tentang carding, kebetulan informan/narasumbernya dia ialah teman si penulis so tidak ada masalah untuk wawancara secara tatap muka. Di informan saya ini, sempat saya tanyakan nomer HP-nya, tapi sang informan menjawab “ga punya HP”. Hahahaha, padahal sebelumnya waktu chatting, dia minta waktu 5 menit utnuk rehat karena pacarnya sedang menelponnya.

Semoga ada titik terang untuk dapat menyelesaikan tema skripsi ini.

10 Responses to “Proses Belajar Web Defacer”

  1. n3w81e_TJG June 28, 2007 at 11:59 pm #

    Hacked by n3w81e_TJG

    Hukum mati para koruptor di Kab.Tabalong
    Banyak dari kami yang tidak bisa menikmati hasil kekayaan bumi sendiri
    semenjak ada tambang batubara, kami sebagai anak pribumi bukannya menikmati
    kekayaan tsb. tetapi kerusakan alam yang didapat.
    HUKUM MATI BUAT KORUPTOR DI KABUPATEN TABALONG
    KPDE Fuck Off.

  2. scariot October 27, 2007 at 10:21 am #

    salut buat sodarah setanah air.teruskan perjuanganmu kami mendukung.sodarah ku bantu kami menghancurkan produk yahudi yg brbentuk,(creditcards)jangan sampai negri ini di ambil yahudi.karna hutang koruptor busuk.indonesia sick society crew…..

  3. harriansyah October 29, 2007 at 3:11 am #

    @scariot
    teruskan perjuangan !!!!

    *untung dah disable javascript, jd kg kena dikerjain :))

  4. arfahsyad November 2, 2007 at 3:37 am #

    cybercrime terus merajalela di negeri ini sudah saatnya para pendekar hukum muda untuk memberikan sumbangsih pemikiran untuk menanggulanginya.okey………….

  5. arfahsyad November 2, 2007 at 3:40 am #

    Cybercrime terus merajalela di negeri ini sudah saatnya para pendekar hukum muda untuk memberikan sumbangsi pemikiran untuk penanggulanganya,okey………….

  6. Mr.kuman November 28, 2007 at 2:51 am #

    maju terus pantang mundur, beranta KKN

    salam

  7. harriansyah November 29, 2007 at 11:59 am #

    @arfahsyad & Mr. Kuman
    merdeka !!! :))

  8. dika November 13, 2008 at 12:57 pm #

    tu pake teori DA sutherland ya???
    terus jelasin proposisi yg mana???

    gw juga gi skripsi tentang proses pembelajaran.
    thnx…

  9. Harri November 14, 2008 at 2:15 am #

    yup, gw pake DA-nya Sutherland. Overall preposisi DA ada semua, mulai dari mulai interest si “pelaku” sampe dia dapet awardee dari lingkungannya. Interest->belajar (peer group, internet)->get involve (individu/gabung kelompok)->award, kurang lebih begitu. Main2 aja ke MBRC, or kl ada yg mo ditanyain bs kontak2an kita bos.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pertamina Unit Pemasaran III Website Defaced « Bluenatics Distortion - March 12, 2008

    […] you do defacement a site please do not replace the index file, we can’t find information that […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: