Archive for April, 2007|Monthly archive page

IPDN Lagi

Sepertinya sekolah ini ga pernah belajar dari masa lalu, atau emang ga pernah mau belajar ?

Lihat saja setelah tahun 2003 sudah merenggut nyawa Praja yang sekolah di sana, lagi-lagi tahun ini Praja asal Sulawesi meninggal akibat di aniaya seniornya. Praja tersebut bernama Cliff Muntu. Berdasarkan sumber media, Cliff di aniaya karena dia itu tergolong Praja yang Kritis sehingga senior melakukan tindakan tersebut sampai akhirnya merenggut nyawa. Ada aksi tentu ada reaksi, kasus yang terakhir menuai banyak kritik dari berbagai kalangan sampai-sampai Gubernur dari beberapa provinsi. Bahkan sekarang sudah ada petisi mengenai pembubaran IPDN, yang di pelopori oleh mas Anto yang isinya :

  • Bubarkan IPDN
  • Usut tuntas segala bentuk kekerasan di STPDN/IPDN sejak pertama berdiri, tegakkan hukum tanpa basa basi
  • Stop anggaran khusus dan ikatan dinas bagi siswa IPDN. Siswa yang masih tersisa saat ini diberi kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri di daerah asal masing-masing.
  • Hapuskan segala bentuk kekerasan dan manipulasi dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Jujur aku juga ga suka sama kekerasan yang terjadi di IPDN, lah wong namanya sekolah koq ada kekerasan yang di “legal”kan sama kampus dengan alasan kampus kecolongan. Lucu, aneh, dan rupa-rupa deh. Bener kata teori netralisasi, ketika orang melakukan tindakan meski itu salah maka akan ada netralisasi dari orang tersebut. Jelas, lihat saja di media-media mereka masih melakukan penyangkalan itu itu. Mengenai petisi, aku ga setuju sama point 1 & 3, kenapa ?

  • 1. Melakukan pembubaran suatu lembaga tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Lihat kedepan, 4000 praja yang masih sekolah disana mo dikemanain ? dikembalikan atau di transfer ke universitas2 setempat. Ingat awal mereka melanjutkan sekolah disana itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik yakni jadi Pamong. Tidak sedikit dari mereka juga yang berasal dari keluarga petani, bayangkan kalau di bubarkan ?. Kalo aku sih prefer di stop pembukaan sampai praja terakhir lulus baru buka lagi, so nanti praja yang baru masuk ga akan kena siksa dan tidak akan melahirkan dendam.
  • 3. Point nomer 3 ini perlu di kaji secara komprehensif karena tidak semua universitas-universitas memiliki program spesifik seperti IPDN, meskipun kalau mau di paksa paling ambil jurusan Admin Negara tapi ya menurutku perlu kajian lebih mendalam.

Ya kalau aku punya pendapat seperti itu, kalau kamu ??

Aku dan 1175

TC125-1175 Akhirnya setelah kurang lebih + 1 tahun lebih aku jadi prospek di TC 125, sekarang di bawah spakbor belakang motor ku dan nempel sticker TC 125 berikut NRA 1175. Kesan-kesannya yah tentunya seneng, setelah sebelumnya mau ikut pelantikan 8 Jakarta Chapter aku berhalangan karena terkena sakit akhirnya pas ada kabar Chapter Tangerang mau pelantikan aku nanya ma Ketua Korwil Pusat dan KeChap Jakarta aku akhirnya bisa ikutan nebeng sama Chapter Tangerang. Pelantikannya tanggal 7-8 April di Cidahu, Sukabumi. Aku jalan sore, sama Heru NRA 1000 (Korwil Selatan). Tadinya aku pikir gelombang ke 2 (sore) seperti semula ada banyak yg akan jalan ternyata hanya aku dan Heru saja. Sampai sana sekitar jam 8′an itupun setelah istirahat makan Indomie dan di Lido aku ketemu sama Irwan dan Yudha. Begitu sampai di Wisma Perhutani aku ketemu PICnya Bro Sandi, dan kemudian istirahat untuk pelantikan malam barengan sama peserta yang datengnya nyusul juga.

Dapet NRA aku sih jujur, bangga. Kedepannya dengan adanya NRA ini aku bisa nerapkan safety riding dan info ke temen-temen bahwa begitu pentingnya safety riding. Selain itu udah keharusan bagi anggota TC, dan juga sebagai contoh bagi temen-temen lain yang belum begitu tahu pentingnya cara berkendara yang aman. Semoga di komunitas in aku bisa menambah wancana pengetahuan dan bisa saling silahturahmi sesama teman-teman yang lain.

Keep brotherhood, Ride safety, Bravo TCI 125.

TC 125 -1175 | Djak Chapter

Bab 2 Selesai

Akhirnya setelah 1 bulan lebih Bab 2 semalam telah diselesaikan, dan mencapai 18 halaman. Tidak banyak memang tapi itu perjuangan berat loh, bayangin aja aku masuk ke Bab 2 tanggal 15 Februari bisa dilihat postingan 2nd Chapter Begin dan baru selesai semalem 4 April 2007. Sabtu ini rencananya mau aku serahkan ke Mas Kisnu, dan mo ngobrol2 mengenai Bab 3, masih agak ngejelimet di Bab 3 nih.. Udah masuk main2 teori soalnya, tau sendiri teori2 yang ada di Ilmu Sosial ini ngejelimet. So keep fighting…

Semoga Bab 2nya bisa di terima

Convert ACT ke WAV

Nanti malam pas pulang kerja rencananya mau ketemu informan dan sekalian ngobrol-ngobrol mengenai web defacement karena ada beberapa data yang kurang. Pastinya kalau interview harus bawa recorder dunk, soale ga mungkin kl nyatet pegel bow. Kl recorder sebenarnya udah dapet pinjeman dari Mitha yang sebelumnya tahun kemarin di pinjem Amir buat skripsinya juga, tp ada masalah karena recordernya mitha make kaset kecil bukan kaset ukuran biasa. Secara waktu 2 bulan yang lalu waktu gw dapet pinjeman decoder dari temen kampusnya Irna dan recordernya dia makenya kaset biasa trus buat persiapan gw udah beli kaset2 kosong yang ukuran biasa eh jadina kg kepake deh. Harga kaset kosong 60 menit yg ukuran biasa gw beli Rp. 4000 perak merk Sony, dan kemarin beli yg ukuran kecil 60 menit Rp. 8000 perak untuk merk yang sama. Gw sempet belinya 1 buah, karena takut kurang (pengalaman interview sebelumnya) makanya gw bawa Mp3 Player (256 Mb) dan Mp4 Player (1 Gb) pinjeman Nina. File yang ada di Mp3 player gw kg ada masalah karena hasil rekaman filenya *.wav sedangkan yang Mp4 si Nina file *.act. Setelah baca-baca di forum hasil googling akhirnya ketemu converter *.act to *.wav. Filenya kecil cuman 240 KB, yang mau ngunduh silahkan klik disini.